Larangan Tentang Berpacaran Dalam Islam


http://impianwanita2.blogspot.co.id/

Masih kah kalian Pacaran? 

Pacaran merupakan fenomena anak muda sekarang yang ingin menyalurkan hasrat mencintai kepada lawan jenisnya. Dan kamu tahu sendiri, pacaran dianggap salah satu cara menjejaki pasangan sebelum melangkah ke proses yang lebih serius yaitu pernikahan. 
Jika kamu belum move on untuk berhenti dalam pacaran, maka ketahuilah hadits-hadits tentang pacaran yang akan di paparkan dibawah ini. Dan bagi yang merasa ingin pacaran, kami sampaikan jangan deh. Soalnya pacaran dalam Islam itu haram loh.

Sebenarnya hasrat mencintai lawan jenis itu merupakan karunia Allah SWT yang diberikan kepada manusia. Hasrat itu berasal dari naluri melanjutkan keturunan. Jadi hasrat cinta mencintai itu normal dan fitrah manusia. Namun Allah memberikan rambu dan aturan bagaimana menyalurkan hasrat tersebut.

Penyaluran cinta ini diatur oleh Allah bukan untuk mengekang manusia. Namun, sebaliknya agar manusia mampu menyalurkan cinta itu dengan cara yang baik, tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain dan agar hubungan cinta itu tetap suci.

jika cinta kepada lawan jenis bisa hanya didorong oleh hawa nafsu. Sedangkan hawa nafsu manusia biasanya hanya mementingkan kenikmatan sesaat, membutakan hati dan akal pikiran. Sehingga potensi besar bisa merusak arti cinta sebenarnya jika cinta hanya mengikuti kehendak nafsu.

Sebenarnya sebelum melangkah kepada hadits tentang pacaran, di dalam ayat Alquran sebenarnya kita bisa temui ayat perintah untuk menghindari aktivitas pacaran. Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17] : 32).


Ayat di atas secara langsung menyatakan pelarangan untuk mendekati zina. Ya, aktivitas yang mendekati zina saja sudah dilarang. Dan kamu sudah tahu dan paham, dalam berpacaran sudah mendekati aktivitas zina, yakni berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, berdua-duaan, bermesraan dan lain sebagainya.

Terus ada yang berkilah dan berkelit, jika tidak melakukan hal itu berarti boleh dong pacaran. Ada baiknya kamu perhatikan juga ayat lain dalam Alquran, misalnya firman Allah SWT berikut ini.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nur: 30).


Ayat di atas malah memerintahkan kita untuk saling menjaga pandangan kepada lawan jenis. Menjaga pandangan itu tidak lain adalah tidak saling memandang dengan lawan jenis yang bisa menimbulkan hasrat apalagi jika hanya didorong dengan hawa nafsu.
Tidak sampai disitu juga ternyata, setelah ayat di atas disambung lagi.

“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24] : 31).


Maksud menundukkan pandangan disini adalah perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat.

Setelah kita tahu tentang ayat Alquran larangan pacaran, berikut disimak pula hadits yang melarang tentang pacaran.

1. Tentang Ragam Macam Zina. 
Termasuk zina mata dengan memandang lawan jenis, zina lidah dengan rayuan gombal, zina hati dengan mengharap dan menginginkan.

Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim).


 2. Larangan Berduaan.
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi).


3. Larangan Pandang Memandang Dengan Lawan Jenis
“Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram” (HR. Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani).


Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.” (HR. Muslim).

Inilah hadits tentang pacaran menurut Islam. Tentu setelah tahu ini, maka tidak ada model contoh pacaran dalam Islam, kecuali dilakukan setelah menikah. Semoga uraian ini bermanfaat dan bisa dihindari larangan tersebut.